Air terjun Satan Muara Beliti Baru, Destinasi Wisata Terlupakan

Read Time2 Minutes, 6 Seconds

MUARA BELITI – | Air Terjun Satan destinasi wisata yang terlupakan padahal jaraknya lebih kurang hanya 300 meter saja di belakang kantor BPKAD Musi Rawas dan 2 menit Dari Kantor Bupati Musi Rawas.

Namun belum ada tanda-tanda Pemerintah akan Kembangkan lokasi Destinasi Objek Wisata ini.

Air terjun Satan memiliki panorama sangat indah dengan bebatuan dialiri air seakan tersulap sebongkah keindahan di dalamnya yang tak kalah bersaing dengan wilayah lain.

Pemkab Mura melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) diharapkan benar-benar berperan aktif mempedulikan Air Terjun Satan akan menjadi produk wisata andalan karena tidak jauh dari Kantor Bupati Musi Rawas.

Terkait hal tersebut warga Desa Muara Beliti Baru Maher meminta pihak Pemkab Musi Rawas Sumatera Selatan melalui Dinas terkait khusus Pariwisata untuk berperan aktif menata lokasi Wisata Air terjun Satan hingga dapat meningkat perekonomian masyarakat setempat dan menjadi Destinasi Wisata andalan.

“Destinasi wisata ini bisa langsung di lihat karena Muara Beliti Baru ini merupakan Ibukota Musi Rawas sering acara besar dialihkan ketempat lain hingga Muara Beliti Baru Seperti bukan Ibu kota,” ujarnya, Senin (15/7/2019).

Dinas Pariwisata harus lebih memperhatikan keadaan ini jangan diabaikan karena lebih fokus setiap tahun ada anggaran hanya bangun jembatan saja sementara jembatan lama terabaikan seharusnya di perbaiki juga sayang, katanya.

“Kami sangat menyayangkan kondisi Air Terjun Satan seperti tidak di pedulikan pihak pemerintah padahal lokasi ini boleh di katakan aset yang harus di perhatikan, nanti dulu mencari dan kembangkan Daerah Baru,” ucapnya.

Dilihat dari jarak tempuh dan waktu paling ekonomis tempat ini dan anggarannya tidak terlalu besar untuk menata wisata air terjun Satan, tambahnya.

Tinggal  memberikan polesan tak begitu berarti coba lihat sendiri belum ada satu pun sepertinya proyek pengembangan Wisata untuk Air terjun Satan.

“Dapat bapak lihat sampah bertaburan tumplak tumplakkan kayu mati kami anggap tidak mungkin pihak pemerintah belum tahu kondisi air terjun disini kalau akses mulai jalan sudah bagus tapi polesan tempatnya sangat perlu di perhatikan persediaan tempat singgah, parkir dan lainnya,” terangnya.

Kemudian ada tiga warga Desa Muara Beliti Baru pengrajin sapu lidi Warni, Santi Aisyah yang sedang meraut lidi saat di tanya media menyebutkan, kami  ingin tempat wisata ini ramai pengunjung tapi akhir-akhir ini tidak ada lagi pengunjung pada hal disini dijamin aman dekat Polres lagi.

“Sebenarnya sangat mudah untuk lebih maju bila pemerintah secara serius memperhatikan objek Wisata ini semua akan melirik karena keadaan nya masih alami, dan sangat menarik tempat berfoto ria bisa punya nilai jual.

Dengan jarak dan waktu sangat ekonomis menjadi projek utama wisata air terjun mini kami yakin kelak akan menjadi maknet Wisata andalan MusiRawas Sumatra Selatan. (mahmud Salim – koranpelita.com)

0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Social profiles
%d blogger menyukai ini: