Ayah Tiri Bejat, Tega Perkosa Anak di BTS Ulu

Read Time2 Minutes, 9 Seconds

BTS ULU – Belakangan ini aksi kriminal asusila, marak terjadi di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Mirisnya lagi, perbuatan biadap itu kembali dilakukan seorang ayah tiri. Bahkan, tindakan tak terpuji itu terjadi berulang kali tanpa diketahui pihak keluarga. 

Lantas, Kejadian naas itu menimpah gadis inisial AA (13) warga Desa Mulya Harjo, Kecamatan BTS Ulu Cecar. Dimana, dari pengakuan AA yang keseharian sebagai pelajar SMP, aksi pemerkosaan menimpah dirinya dilakukan oleh Marwan (38) tidak lain Ayah tirinya sendiri. Dan itu terjadi selama tiga kali, disebuah kamar kediamanya. 

Kapolsek BTS Ulu Cecar Iptu Harun Ashari membenarkan, adanya tertangkap salah seorang warga Inisial M diduga telah melakukan tindak asusila, memperkosa anaknya gadisnya sendiri.  Pelaku sendiri ditangkap kediamanya tanpa melalukan perlawanan.

“Setelah dengan upaya penyidikan bersama mendengarkan keterangan kesaksian korban. Kita telah mengamankan seorang ayah tiri pelaku asusila pemerkosaan anak dibawah umur, dimaksud pasal 81 Jo pasal 76D Undang Undang RI No 35 tahun 2014 ttg perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,”terang Kapolsek

Lebih jauh, pria berpakat balok satu menegaskan tidak upaya penangkapan sesuai dengan  LP / B –  26 / VII/ 2019 /Sumsel / Res. Mura / Sek. BTS Ulu
Tanggal 20 Juli 2019. Adapun, semua dari pengakuan korban aksi pemerkosaan pertama kali terjadi 7 bulan Maret 2019 silam. Ketika itu, sekitar pukul 13. 00 wib korban bersama kakak tirinya tengah tidur siang didalam kamar. Kemudian, pelaku yang juga berada dirumah mengetuk kamar menyuruh kakak tirinya korban mengatarkan adiknya pergi mengaji. 

“Setelah keduanya pergi, pelaku pun melihat kondisi rumah sepi menghampiri korban berada dalam kamar. Dengan alibi janjikan memberikan uang, Rp. 200 ribu pelaku membangunkan korban. Takhayal, korban masih polos terbangun dari tidurnya. Sedangkan pelaku dengan beringasnya membukam mulut korban dan mendorong korban kembali keranjang kemudian korban melapiaskan birahinyan,”jelas Harun Ashari meniru pengakuan korban. 

Selanjutanya, Sambung Kapolsek menyebutkan aksi kedua terjadi 9 April 2019. Dimana, pelaku dengan modus yang sama kembali menyuruh kakak tirinya korban mengatarkan adiknya mengaji. Dan Pelaku yang dengan leluasa melihat korban tertidur pulas diranjang, membuka pintu kamar lalu ikut berbaring berada disamping, dan dengan binalnya pelaku menyalurkan shawatnya mengerayangi tubuh korban. 

“Tidak sebatas itu, di bulan ini 10 juli pelaku kembali jalankan aksinya. Korban yang sehabis pulang mandi di sungai. Pelaku berada dirumah, langsung mendobrak kamar kembali hendak melampiaskan nafsunya. Akan tetapi, korban ketakutan mendorong pelaku lalu kabur. Lalu korban pun dengan traumah menceritakan semua perbuatan asusila menimpahnya kepada kakak kandungnya. Dan selanjutnya pihak keluarga melaporkan kejadian mapolsek,”ulas Kapolsek.

Adapun guna menyidikan lebih lanjut, Pelaku tengah dalam pemeriksaan intensi penyidik. 
“Tidak hanya menangkap pelaku, kita pun telahnlakukan pemeriksaan visum et refertum guna membernakan kalau korban telah menjadi korban dari tindak asusila dilakukan pelaku ayah tirinya sendiri,”tukasnya. | NRD

0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Social profiles
%d blogger menyukai ini: