Tidak Kurang 21,2 Hektar Lahan di Mura Sengaja Dibakar

Read Time1 Minute, 20 Seconds

MUARA BELITI – | Dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2019, sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas (Mura) terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Setidaknya 21, 2 hektar lahan sengaja dibakar oleh oknum pemilik lahan. Pernyataan itu disampaikan Kepala Pelaksama (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Mura Paisol ketika dibincangi sejumlah wartawan diruang kerjanya, Kamis (8/8) siang.

Dikatakannya, dari hasil evalausi terhadap penanganan bencana Karhutla. Terdata, sepanjang Januari hingga Agustus 2019 sejumlah wilayah kecamatan semuanya merata kebakaran lahan perkebunan sampai dengan 21,2  hektar dan terbakarnya lahan sengaja dilakukan.

“Lahan terbakar 21,2 hektar sebagian besar sengaja dibakar dibeberapa titik wilayah Kecamatan Megang Sakti, Muara Lakitan, BTS Ulu Cecar,” terangnya.

Lebih jauh, Paisol menyebutkan dalam menanggulangi karhutla, pihaknya bersama TNI-Polri telah melakukan berbagai penanganan. 

“Kita telah melakukan sosialisasi larangan membakar, upaya pencegahan kita lakukan di lima Kecamatan rawan Karhutla, mulai dari Desa Mekar Sari dan Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan. Desa Binjai Kecamatan Muara Kelingi. Desa Pelawe Kecamatan BTS Ulu, dan Desa Tabagindo Kecamatan Selangit,” bebernya.

Adapun, dalam teknis pencegahan selama 1 X 24 jam diturunkan tim gabungan dengan giat patroli keliling lokasi hutan dan lahan perkebunan.

“Kalau kita BPBD turunkan TRC tugasnya selain patroli sosialisi pencegahan karhutla. Begitu juga Dandim turunkan Personil Babinsa dan Polres dengan personil Babinkabtibmas.

Jika nantinya ditemukan karhutla, seluruh petugas yang stanby melapor ke posko Induk BPBD. Kemudian, tim penanggulangan Karhutla turun memadamkan api,” ulasnya.

Sedangkan untuk nantinya, sambung Paisol mengenai penanganan hukum bagi pelaku. Semuanya, menjadi kewenangan penegak hukum TNI dan Polri.

“Sementara mengenai langkah tindak tegas para pelaku pembakar lahan. Bukan kewenangan kita untuk menjawab, karena semua menjadi ranahnya penegak hukum. Kalau ranah kita pencegahan, penangulangan pemadamam api jika terjadi karhutla,” tukasnya. | NRD

0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Social profiles
%d blogger menyukai ini: