Kemarau Panjang, Petani Ikan Merugi

Read Time1 Minute, 39 Second

TUGUMULYO – | Beberapa petani ikan yang berada di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Tugumlyo, Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL), banyak yang mengeluh. Gegara kemarau panjang yang melanda wilayah Provinsi Sumsel saat ini, mengakibatkan kolam-kolam milik petani ikan banyak yang kering dan ikan-ikannya banyak yang mati.

Bang Antok sapaan akrabnya, salah satu petani ikan yang kolamnya berada di Desa Tegal Rejo mengatakan, kemarau panjang pada tahun ini dinilainya lumayan parah, karena air kolamnya surut bahkan ada yang nyaris kering, minggu (22/09/19)

“Kemarau panjang tahun ini membuat air kolam jadi kering, tidak bisa miara ikan lagi la,” ujarnya.

Akibat kolam yang tidak ada airnya bahkan hanya terlihat lumpur yang ada, dirinya terpaksa memanen ikan lele miliknya lebih awal.

“Ikan-ikan yang ada be di panen sebelum waktunya. Soalnya di kolam tinggal lumpur, dari pada rugi banyak yang mati mending dijual,” katanya.

Keadaan tersebut bukan hanya di alami oleh Bang Antok, namun hampir seluruh petani ikan yang berada di Desa tersebut merasakan hal yang sama,Dirinya dan petani ikan lainnya sementara menunda untuk beternak ikan hingga turunnya hujan.

“Disini banyak kolam yang kering, untuk sementara terpaksa tidak miara ikan dulu, paling dengan air yang tersisa dikolam ini sambil tunggu hujan turun, kami piara ikan kecil – kecil (bibit red), dulu saja, untuk persiapan kalo hujan turun bibit sudah siap, kalo hujan tak kunjung turun terpaksa kita pindahkan ikan nya ke kolam yang lebih banyak airnya” lanjutnya lagi.

Dirinya berharap, di Sumsel khususnya di Desa Tegal Rejo secepatnya turun hujan agar kolam miliknya terisi air supaya dapat memelihara ikan seperti biasanya. Karena bertani ikan merupakan pekerjaan pokok, begitu pula dengan petani ikan lainya yang juga berharap agar segera turun hujan.

“Kami berharap agar segera turun hujan supaya kami bisa miara ikan lagi seperti biyasa, soalnya dampak dari musim kemarau ini tidak hanya kekeringan air di kolam saja, tapi udara dan cuaca panas sangat mempengaruhi nafsu makan ikan, sehingga perkembangan nya lambat bahkan sampai banyak yang mati,” keluhnya. (agt)

0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Social profiles
%d blogger menyukai ini: