15.638 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Musi Rawas

Read Time1 Minute, 35 Second

MUSI RAWAS – | Sebanyak 15.638 jiwa terdampak banjir luapan sungai di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan yang merendam empat Kecamatan Sejak Minggu dini hari (09/02/2020).

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, Selasa, mengatakan banjir diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sehingga merendam 1.407 di 22 desa dan 3 kelurahan

Menurutnya tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut, namun banjir 1 bangunan SD, merusak 3 jembatan gantung penguhubung antar desa, dan merendam 143 hektar perkebunan

Dari empat Kecamatan terdampak banjir, Kecamatan Muara Kelingi menjadi yang terparah, setidaknya banjir merendam Desa Bingin Junggut (1.174 jiwa), Lubuk Tua (1026 jiwa), Lubuk Muda (49 jiwa), Suka Menang (40 jiwa), Pulau Panggung (795 jiwa), Mandi Aur (129 jiwa), Binjai (40 jiwa), Kembang (1.318 jiwa), Tanjung (204 jiwa), dan Kelurahan Muara Kelingi (1.472).

Lalu di Kecamatan Muara Lakitan banjir merendam Desa Pendingan (30 jiwa), Semangus (1.136 jiwa), Semangus Lama (1.278 jiwa), Sungai Pinang (1.308 jiwa), Semangus Lama (1.500 jiwa), Semeteh (1.500 jiwa), Prabumulih (375 rusak), Lubuk Pandan (953 jiwa), Muara Rengas (211 jiwa), dan Kelurahan Muara Lakitan (1.966).

Sisanya banjir di Kecamatan Bulan Tengah Suku (BTS) Ulu cecar merendam Desa Mulyoharjo (10 KK), Pangkalan Tarum (37 KK), Pelawe (30 KK), Sembatau jaya, Kelurahan Bangun Jaya (27 KK), dan Desa Suka Merindu di Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas (30 KK).

“BPBD sudah kirimkan bantuan dari pemprov Sumsel 688 paket makanan (susu, biskuit, gula, mie instan, sarden), 45 paket makanan siap saji dan 45 paket makanan tambahan gizi”,tambah Ansori

Sementara BMKG memprediksi intensitas hujan sedang tinggi dan akan melanda Kabmasyarakat diminta untuk waspada

“Secara umum kondisi hujan disertai petir dan angin di wilayah Sumsel berpotensi meningkat pada 11 – 16 Februari termasuk Musi Rawas, dan akan menurun pada 17-18 Februari 2020,” kata Kasi Informasi dan Observasi BMKG SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji. | *

0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Social profiles
%d blogger menyukai ini: